Bercerita

#55 Kekuatan bercerita. Kenapa kamu mulai suka bercerita dan apa manfaatnya.

Bercerita
Photo by Chris Hardy / Unsplash

Waktu masih SD, saya adalah salah satu anak yang takut banget kalau guru Bahasa Inggris mengajak kelas untuk melakukan story telling. Kenapa? Karena saya tidak jago ngomong dan emang 'pemalu'.

Tapi, saya juga sudah sering menulis cerita sejak SD.  Saya punya beberapa buku berisikan cerita fabel yang saya tulis. Beberapa bahkan sangat memorable sehingga masih saya ingat sampai hari ini.

Jadi... Saya adalah anak yang sebenarnya suka melakukan story telling, tapi hanya lewat tulisan.


Hari ini, belasan tahun sejak hari-hari tersebut. Story telling saya sampai pada level yang berbeda.

Saya bisa menghasilkan uang dari cara saya bercerita lewat tulisan. Padahal struktur bercerita yang baik tidak pernah berubah, yaitu piramida Freytag.

Sebuah cerita diawali dengan eksposisi (perkenalan), kemudian akan ada aksi-aksi yang meningkatkan drama, lalu di puncaknya akan ada klimaks cerita.

Setelah klimaks selesai, maka akan ada aksi-aksi lanjutan dan diselesaikan dengan denouement, dimana semua konflik sudah berakhir dan semua rahasia terungkap.

Jadilah saya bertanya-tanya, seberapa kuat sih efek dari sebuah cerita sebenarnya?


Bercerita Secara Sains

Sebuah penelitian menemukan bahwa bercerita/mendengarkan cerita memiliki dampak pada manusia. Saat seseorang mendengarkan cerita yang bagus, maka otaknya akan merilis hormon oksitosin. Dikenal juga dengan nama Hormon Cinta.

Jenis cerita tidak berpengaruh; cerita haru, cerita menginspirasi atau bahkan cerita horor. Selama ceritanya kuat, maka semakin bertaut pula seseorang pada cerita tersebut.

Ada tiga penelitian yang pernah dilakukan seputar ini:

  1. Sebuah penelitian dimana para spesimen diajak menonton film emosional tentang ayah dan anaknya. Mereka yang selesai menonton dan memiliki level oksitosin tinggi, lebih bersedia memberi uang pada orang tak dikenal.
  2. Para siswa kedokteran di Penn State College of Medicine menjadi lebih peduli dengan pasien penderita demensia yang mereka rawat setelah mendengarkan cerita tentang kesulitan yang sering dihadapi para pasien.
  3. Studi di University of Massachusetts Medical School juga menemukan bahwa storytelling sangat ampuh untuk mengubah kebiasaan para penderita darah tinggi dalam sebuh populasi.

Ngomong-ngomong soal bercerita, ini tidak hanya berlaku pada fiksi. Bercerita/Bicara soal pekerjaan, ide dan kegiatan sehari-hari juga termasuk di dalamnya.


Keuntungan Bercerita untuk Bisnis atau Perusahaan

Bisnis juga bisa mendapatkan keuntungan dari 'bercerita', terutama lewat iklan.

Pada sebuah paper berjudul The Journal of Marketing Theory and Practice yang dipublikasikan pada 2014 lalu, para peniliti menemukan bahwa terlepas dari konten iklan, struktur dari sebuah konten menentukan kesuksesan sebuah iklan.

Orang-orang sangat tertarik dengan cerita. Dan hal ini sebenarnya bukan hal yang aneh karena manusia adalah makhluk sosial. Manusia sudah berkomunikasi melalui cerita selama lebih dari 20.000 tahun terakhir, mulai dari tembok gua hingga layar datar saat ini.

Apa buktinya? Sebenarnya banyak, tapi yang paling gampang adalah iklan klinik Tong Fang. Bagi kalian yang cukup tua usia untuk mengingat nama ini, kalian pasti tidak akan pernah lupa dengan namanya.

Atau bagi kalian para generasi baru, pasti belum lupa dong bagaimana iklan Binomo begitu bertubi-tubi menyerang dengan cerita yang seakan absurb banget.

Sebenarnya ada lagi, cara 'bercerita' yang bisa dimanfaatkan oleh perusahaan atau bisnis, yaitu bercerita tentang perusahaan itu sendiri atau dikenal dengan nama Brand Story. Contoh gimana?

  • Google, Amazon, Apple yang dimulai dari garasi rumah.
  • GoPro yang dimulai dari masalah yang dihadapi oleh foundernya yang suka merekam video saat melakukan olahraga ekstrim.
  • Beats by Dre yang menghadirkan audio kualitas terbaik.

Inti dari tulisan ini sebenarnya apa? Mengajak kalian untuk mulai suka bercerita.

Tidak peduli medianya, tidak peduli genrenya, mulainya bercerita.

  • Bercerita lewat tulisan seperti saya, boleh banget.
  • Bercerita lewat video Youtube, kasi linknya ya.
  • Bercerita lewat audio podcast, silakan.
  • Bercerita lewat gambar foto, ayo gas.