Dibalik Nama Bluetooth, Pemersatu Teknologi
3 min read

Dibalik Nama Bluetooth, Pemersatu Teknologi

Dibalik Nama Bluetooth, Pemersatu Teknologi

Kepopuleran teknologi Bluetooth sebagai teknologi nirkabel rasanya semakin menurun, tergantikan oleh teknologi baru seperti Wifi dan NFC. Pada kenyataannya, Bluetooth masih merupakan cara paling populer untuk saling berbagi data antar perangkat; antar ponsel atau ponsel dengan komputer. Diperkirakan lebih dari 95% ponsel di dunia masih mendukung teknologi ini.

Sejarah Singkat Bluetooth

Pengembangan teknologi radio jarak dekat yang kemudian kita kenal sebagai Bluetooth dimulai oleh Nils Rydbeck, CTO dari Ericsson Mobile pada 1989. Tujuan dari pembuatan teknologi ini adalah mengembangkan headset nirkabel. Rydbeck menugaskan Tord Wingren, Jaap Haartsen dan Sven Mattison untuk mengembangkan teknologi ini.

Tahun 1997, IBM melalui kepala riset dan pengembangan Thinkpad, Adalio Sanchez mendekati Nils Rydbeck untuk berkolaborasi menanamkan ponsel ke dalam notebook Thinkpad. Sayangnya, teknologi saat itu belum memungkinkan hal itu terjadi. Namun, kedua perusahaan sepakat untuk sama-sama menanamkan teknologi radio baru dari Ericsson ke dalam notebook Thinkpad dan ponsel Ericsson.

Karena IBM maupun Ericsson bukanlah pemimpin di pasarnya masing-masing, mereka akhirnya sepakat menjadikan teknologi radio jarak dekat ini sebagai teknologi terbuka untuk industri. Pada 1998, Blueetooth Special Interest Group (SIG) diluncurkan dengan IBM dan Ericsson sebagai pembentuk dan Intel, Nokia serta Toshiba sebagai anggota.

Dibalik Nama Bluetooth

Nama “Bluetooth” diajukan oleh Jim Kardach pada tahun 1997, Kardach adalah salah satu karyawan Intel yang ikut serta mengembangkan teknologi yang memungkinkan ponsel bertukar data dengan komputer.

Saat itu, dia sedang membaca novel sejarah berjudul The Long Ships dari Frans G. Bengtsson, novel ini menceritakan seorang raja Denmark & Norwegia di abad ke-10 bernama Harold “Bluetooth” Gormsson. Sang raja dikisahkan sangat menyukai buah blueberries, hingga giginya berubah warna menjadi biru.

Bluetooth diceritakan juga berhasil mempersatukan suku-suku di Denmark dan Norwegia menjadi satu kerajaan, menggambarkan bahwa teknologi Bluetooth mempersatukan protokol komunikasi antar berbagai perangkat.

Logo Bluetooth

Logo Bluetooth adalah penggabungan dari dua rune yaitu Hagall dan Bjarkan yang secara sederhana bisa diartikan sebagai “Hail Bluetooth” atau “Salam Bluetooth“.

Bluetooth Lebih dari Wifi (Pada Beberapa Hal)

Wifi dan Bluetooth sama-sama merupakan teknologi nirkabel. Jika Wifi didesain untuk menggantikan jaringan kabel dengan konfigurasi yang rumit dan bandwidth besar, Bluetooth didesain sebagai teknologi nirkabel yang gampang digunakan, berskala kecil, dan tahan terhadap gangguan sinyal.

Hal inilah yang menyebabkan teknologi Bluetooth lebih populer digunakan untuk Internet of Things (IoT) apalagi untuk industri besar. Alat-alat industri umumnya tidak memerlukan bandwidth yang tinggi. Jadi dibandingkan mempersiapkan Wifi, kebanyakan industri besar memanfaatkan Bluetooth untuk mengendalikan atau berkomunikasi dengan alat-alat produksi mereka. Bluetooth juga kerap digunakan untuk perangkat smart home.

Apalagi, kehadiran Bluetooth 5 pada tahun 2016 memberikan jangkauan yang lebih luas dan juga teknologi self-healing. Jadi, ketika barang-barang “smart” di sebuah smart home saling terhubung, kemudian ada satu perangkat yang mengalami gangguan, perangkat lain tidak akan ikut mengalami masalah.

Bonus: Pernah Dengar ZigBee?

Bluetooth seakan jadi satu-satunya teknologi radio jarak dekat pada masanya, namun sebenarnya pernah ada teknologi bernama ZigBee yang muncul pada tahun 2005. Dibandingkan Bluetooth, ZigBee memiliki jangkauan yang lebih luas dan memakai lebih sedikit daya. Tapi, hanya setahun berselang, Bluetooth merilis versi 2.1+EDR yang menggunakan konsumsi daya jauh lebih rendah dan menggulung ZigBee.

Suka tulisan ini? Subscribe untuk lebih banyak lagi!