3 Bulan Mata Badai - Fokus Pada Apa yang Kamu Jago
3 min read

3 Bulan Mata Badai - Fokus Pada Apa yang Kamu Jago

Perjalanan 3 bulan pertama punya agensi digital marketing. Capek? Banget!
3 Bulan Mata Badai - Fokus Pada Apa yang Kamu Jago
Photo by Austin Distel / Unsplash

Saat artikel ini ditulis, udah tiga bulan saya bekerja penuh sebagai 'CEO' agensi digital marketing bernama Mata Badai Studio. Gimana rasanya? Capek banget!

Ya, namanya CEO - Chief Everything Officer. Hampir semua aspek masih harus melibatkan saya. Mulai dari meeting sama klien, bantuin buat konten (untuk klien dan perusahaan) hingga ya semuanya.

Tapi... Tapi nih... Capeknya itu masih dalam batas yang bikin bahagia.

  • Iya, kadang pulang malem.
  • Iya, kadang harus debat langsung sama klien.
  • Iya, kadang harus ikut revisian.
  • Iya, kadang harus ngeliat angka statistik yang enggak sesuai ekspektasi.

Bahkan pada beberapa malam, rasanya pengen balik jadi karyawan lagi. Gak perlu mikirin semua aspek bisnis, cukup mikirin aspek satu divisi doang.

Tapi, ada satu alasan kuat yang selalu bikin...

Gak boleh cengeng. Udah milih, gak boleh nyesel. Lanjutin mimpimu demi *******.

Hari-Hari Pertama

Hari-hari pertama Maba itu, kalau bisa diungkapkan dengan satu kata, "meresahkan".

  • Resah karena kita (saya) masih enggak tau harus ngapain.
  • Resah karena punya banyak banget plan, tapi enggak tau mau mulai dari mana.

Akhirnya apa yang kita lakuin? Kita pakai slogannya Tokopedia.

Mulai Aja Dulu!

Saya dan tim mulai melakukan beberapa task dimulai dari apa yang memang kita suka. Saya sukanya nulis dan bikin website, jadi saya fokus untuk finalisasi website dan blognya Mata Badai.

Tim yang lain, ada yang suka buat konten. Jadi, dia mulai mengelola Instagramnya Mata Badai. Ada yang suka desain, dia mulai membuat desain-desain yang diperlukan. Dan ada yang suka nulis, jadi dia bikin content plan untuk Blog Mata Badai.

The Waiting Game

Setelah kita mulai jalan nih, udah nemu flow-nya. Intinya udah tau sampai kantor mau ngapain, kita menjalani hari-hari yang mungkin disebut sebagai "The Waiting Game".

Mata Badai Studio udah punya beberapa klien bahkan sejak sebelum punya nama dan logo final. Tapi, ya kita enggak bisa cuma mengandalkan klien yang udah ada yang perlu banget klien-klien baru.

Ada mungkin dua minggu, kita ke kantor cuma buat ketawa-ketawa dan mempercantik akun dan website doang.

Jujur aja, sebagai solo founder, saya udah agak ketar ketir sebenarnya.

"Waduh, gimana ni kalau kita enggak dapet klien baru?"

The Take Off

Dan hari-hari menunggu itu ternyata enggak berlangsung lama. Telepon kantor (saya) mulai sering berdering. Chat via WhatsApp juga mulai banyak.

Memang tidak semuanya terkonversi jadi klien, tapi setidaknya ini adalah sebuah pertanda kalau campaign kita berhasil.

Saya mulai terkoneksi dengan orang-orang baru. Banyak anak-anak muda dan pengusaha senior yang walau beberapa tidak menjadi klien, tapi tetap bisa menjadi teman/rekan bisnis.

Cashflow mulai baguslah, ya walaupun masih berdarah-darah. But, it's a lot of better than nothing.

The Reality Hit Hard

Kita mulai banyak kerjaan, hampir tiap hari ada aja klien baru yang menghubungi, belum lagi dealing dengan klien lama dan problematika digital marketing mereka.

Di fase ini nih, rasanya pengen balik jadi karyawan lagi. Pengen cuma ngurus satu jenis kerjaan, terus pulang terus tinggal nunggu hari gajian.

Enggak mikirin strategi berikutnya gimana, gimana jaga koneksi dengan klien, budget buat ini dari mana, bayar karyawan, bayar operasional, widih... pokoknya banyak.

Tapi balik lagi, udah sampai di fase ini. Udah sampai punya badan hukum loh, masak mau nyerah gitu aja? Ini bukan lagi side-project, apalagi buat sekedar main-main.

Ada banyak orang yang secara langsung dan enggak menggantungkan hidupnya sama Mata Badai, alias sama saya. Jadi ya, udah gak pantas rasanya untuk berhenti gitu aja.

The Lesson Learned

Okeh, tiga bulan jalanin agensi digital marketing. Apa yang bisa dipetik? Satu hal,

Fokus sama apa yang kamu jago!

Mata Badai awalnya mau menjadi semuanya. Kita bisa kelola akun sosial media, kita bisa SEO, kita bisa Content Marketing, Photo Product, bisa branding, sampai Ads.

Tapi, hampir semua klien yang stay lama dengan kita super puas dengan satu hal. Jasa iklan online dari Mata Badai.

Jasa iklan kita bisa ngasilin return hingga 10x lipat untuk klien dari modal yang mereka keluarkan untuk anggaran iklan dan bayar jasa. Ya, siapa yang enggak mau kan?

Dua minggu terakhir, campaign Mata Badai akhirnya fokus cuma sama itu; Facebook Ads, Instagram Ads dan Google Ads. Hasilnya? Konversi kita naik hampir 50%! Klien tambah banyak karena kita bisa nunjukin kapasitas kita dalam setup iklan klien.

What's Next?

Next, Mata Badai udah punya beberapa internal project yang siap untuk dirilis. Mungkin akan dirilis sekitar Agustus - Oktober 2022.