Ide Bisnis: garuda.to

Ide Bisnis: garuda.to

Kalau kamu mengikuti saya di Twitter, mungkin pernah melihat saya mencuit tentang ide ini. Ini adalah kisah lengkap atau lebih tepatnya, versi lengkap dari cuitan tersebut.

Ide ini bermula ketika saya menemukan website yang namanya One Word Domains, web ini punya fitur sederhana yaitu mencari domain satu kata yang masih tersedia. Keunggulannya:

  • Satu kata yang dipilih adalah kata yang ada dalam kamus, jadi tidak ada kata seperti xjasy atau iewqh.
  • Ekstensi yang tersedia mulai dari yang umum seperti .com hingga new-TLD seperti .io, .new dan .to

Ide Garuda.to

Ketemunya domain garuda.to yang ternyata masih available karena saya sedang mencari domain yang mengandung kata "Bali" yang masih tersedia. Kemudian muncul suggestion kata garuda dan garuda.to ternyata masih tersedia (saat saya menulis artikel ini).

Lalu, tercetuslah ide soal website Garuda.to, sebuah website pencarian tiket yang fiturnya cuma satu, mencari tiket Garuda terbaik, sama seperti One Word Domains yang cuma punya satu fitur utama.

Oke, kenapa Garuda, kenapa bukan Lion.to? atau Batik.to?

Sederhana, pasar dan brand image:

  • Brand image dari Garuda itu termasuk sebagai maskapai paling kuat di Indonesia. Walau mungkin jumlah penerbangannya lebih sedikit dari kompetitornya, tapi brand image-nya paling kuat.
  • Pasar dari maskapai Garuda itu harus diakui didominasi oleh kalangan menengah ke atas. Kalangan masyarakat yang lebih sering dalam menggunakan teknologi dan lebih sering bepergian dengan pesawat.

Membangun Garuda.to

Oke, ini agak teknis, saya juga tidak yakin jika penjelasan ini masuk akal karena saya bukan programmer beneran, cuma programmer karbitan.

Garuda.to tidak perlu aplikasi, bisa dilakukan dari browser. Browser seperti Google Chrome, bisa meminta akses lokasi, jadi in theory, cara ini bisa berhasil.

Ketika pertama kali mengakses garuda.to, maka user akan diminta memberikan ijin lokasi pada website sehingga website bisa tau bandara terdekat dengan user.

Misalkan, saat pengguna mengetikkan garuda.to/jakarta, maka website akan memberikan suggestion berupa penerbangan Garuda yang menuju Jakarta dalam 6 jam ke depan dari bandara terdekat dari user yang memiliki harga terbaik.

Bagaimana bisa memberikan harga terbaik itu?

Scrap the internet! Atau lebih tepatnya scrap situs-situs penyedia tiket pesawat. Saya sih tidak tau kalau ini legal apa tidak ya. Kalau ternyata ilegal, ya berarti harus mencari cara lain, entah dengan kerjasama langsung dengan Garuda atau OTA terkait.

Informasi yang diberikan adalah:

  • Tujuan
  • Nomor Pernerbangan
  • Waktu Penerbangan
  • Harga Tiket
  • Tombol "Buy Now" (dibawa ke situs penyedia tiket)

Menghasilkan Uang untuk Garuda.to

Karena tidak bisa benar-benar melakukan markup harga tiket, jadi harus ada sedikit penyesuaian dengan cara garuda.to menghasilkan uang. Beberapa cara yang terpikirkan oleh saya:

  1. Sistem akun berlangganan. Penumpang bisa membayar sejumlah uang per tahunnya untuk mendapat akun di garuda.to. Akun ini akan menyimpan preferensi misalnya: waktu yang disukai untuk terbang, posisi kursi atau fitur yang diinginkan (bagasi dan sebagainya). Akun premium ini juga tidak hanya memberikan satu rekomendasi tiket, tapi semua tiket dalam 12 jam ke depan.
  2. Bekerjasama dengan OTA untuk memberikan referensi akomodasi di lokasi tujuan. Jadi, ketika hasil tiket dimunculkan, muncul pula akomodasi penunjang dari berbagai OTA.

Kunci Keberhasilan garuda.to

Kunci keberhasilan dari garuda.to ada pada dua pilar yaitu:

  • Speed. Garuda.to harus bisa memunculkan hasil yang jauh lebih cepat dibandingkan OTA pada umumnya, sehingga dibandingkan ke situs OTA atau aplikasi OTA, pengguna lebih memilih menggunakan garuda.to untuk mencari tiket maskapai Garuda.
  • Machine Learning. Akun premium dari garuda.to harus benar-benar mengerti penggunanya, mengerti penerbangan seperti apa yang selalu disukai, entah itu terbang pada malam hari dengan tempat duduk di dekat jendela dan pesawat yang tidak terlalu penuh atau penerbangan pertama setiap harinya.

Oke, sekian saja tulisan ini. Mungkin ada yang terinspirasi setelah membaca tulisan ini, kamu bebas menggunakan ide ini untuk bisnismu atau menerapkan konsep yang mirip. Tidak harus merujuk pada artikel ini atau pada saya.

Sekian.