Jumlah Air di Bumi Selalu Sama

#2 Alasan kenapa jumlah air di bumi selalu sama sejak masa dinosaurus sampai hari ini.

Jumlah Air di Bumi Selalu Sama

Dalam bukunya yang berjudul The Big Thirst: The Secret Life and Turbulent Future of Water, Charles Fishman mengatakan,

Semua air yang ada di bumi pernah melewati ginjal dinosaurus. Setiap air kemasan yang kamu minum adalah pipis T-Rex.

Coba deh dipikirkan baik-baik. Walau 70% dari planet bumi adalah air, tapi hanya sebagian kecil yang bisa diminum. Sebagian besar adalah air laut / air asin.

Walaupun sedikit, tapi jumlahnya bisa memenuhi kebutuhan hampir seluruh umat manusia selama beberapa milenium terakhir.


Sekarang bayangkan...

Berbeda dari manusia yang baru beberapa milenium muncul, dinosaurus diperkirakan menempati planet bumi selama 180 juta tahun lebih. Sangat mungkin bahwa para dinosaurus telah meminum semua air yang ada di masa lalu.

Dan semua air yang tersedia saat ini pernah melalui ginjal dinosaurus dalam sebuah siklus air yang terus menerus.

Ada kemungkinan kalau sebagian besar molekul dalam dalam segelas air yang kita minum memang belum pernah diminum oleh manusia lain, tapi kemungkinan semua molekulnya sudah pernah diminum dinosaurus.


Siklus Air

Jumlah air di bumi selalu sama karena adanya siklus air. Air bisa memiliki tiga wujud berbeda yaitu sebagai gas, cairan dan padat. Jadi, secara garis besar, jumlah molekul air di planet bumi selalu sama.

Yang berbeda hanyalah wujudnya.

Misalnya saat musim dingin di belahan bumi utara atau selatan, jumlah air (dalam wujud cairan) di bumi memang berkurang karena sebagain berubah menjadi bentuk padat (es dan salju).

Hal yang sama juga terjadi saat fotosintesis. Molekul airnya tidak hilang, hanya berubah wujud dan pada suatu ketika akan berubah kembali menjadi air.


Jumlah Air di Bumi Selalu Sama

Sebenarnya antara iya dan tidak.

Iya karena jumlah air yang ada di bumi saat ini sama dengan jumlah air pada masa dinosaurus.

Tidak karena ada air baru yang dibawa oleh meteorid yang jatuh ke bumi. Tapi, beberapa molekul air juga terpisah jadi hidrogen dan oksigen saat terkena sinar UV di bagian atas atmosfer dan keluar dari bumi.

Saat lempeng tektonik bergerak di dasar laut, sebagian air akan jatuh hingga ke mantel bumi. Tapi, gunung api akan mengeluarkan karbon dan molekul air saat 'batuk'.


Jumlah Air Selalu Sama tapi Kenapa Ada Kekeringan?

Karena jumlah air yang tersedia, berbeda dengan jumlah air yang bisa diminum.

Seperti dituliskan diawal, walaupun 70% planet bumi adalah air, sebagian besar adalah air asin yang tidak bisa diminum. Dan sebagian besar persediaan air tawar yang ada di bumi berbentuk es di kutub maupun di puncak gunung.

Dengan semakin banyaknya pencemaraan air, jumlah air yang bisa diminum juga semakin menipis. Setiap wilayah juga tidak punya siklus hujan (daur air) yang sama, apalagi dengan adanya pemanasan global.