Kesalahan Mindset Seorang Blogger

#41 Beberapa kesalahan mindset yang biasanya dimiliki seorang blogger.

Kesalahan Mindset Seorang Blogger

โ€œJadi blogger itu gak gampangโ€. Ini adalah kalimat yang selalu saya katakan pada orang yang mau jadi blogger dan kepada diri sendiri.

Banyak orang sering melihat blogger yang "sudah sukses" seperti Raditya Dika, Iwan Banaran, Bena Kribo dan lainnya. Padahal mereka itu adalah puncak gunung es. Ada kerja keras, dedikasi dan konsistensi yang jarang dilihat orang.

Menurut data tahun 2013 lalu, ada lebih dari 172.000 blog baru dibuat setiap harinya. Tapi, menurut New York Times, sekitar 95% diantaranya ditelantarkan hanya dalam 4 bulan. Angka 'kegagalan'-nya bahkan lebih tinggi dibanding bisnis restoran.

Apa penyebabnya?

Banyak hal, tapi salah satunya adalah mindset salah yang dimiliki para blogger pemula. Berikut ini beberapa diantaranya,

Tidak Mau Kerja Keras

Blogging itu adalah 'kerja keras', sama seperti pekerjaan dan hobi lainnya. Banyak waktu akan dihabiskan untuk membuat konten yang bagus. Belum lagi belajar soal SEO, sedikit koding dan desain serta membangun hubungan dengan blogger lain.

"Buat blog" memang sesuatu yang gampang bahkan bisa dilakukan hanya dalam 5 menit. Tapi, membuat dan 'membangun' sebuah blog adalah hal yang berbeda.

Banyak orang berhenti menulis blog ketika 'hasil'-nya tidak datang secepat yang mereka harapkan.

Tips:

  • Berkenalan dan bangun hubungan dengan blogger yang 'masih bertahan' di sekitarmu. Bergabung dengan komunitas juga sangat membantu.
  • Jadikan blogging bagian dari jadwal rutin, alokasikan waktu sekitar 2-4 jam per minggu untuk mengurus blog.

Tidak Mau Bersaing

Uniknya sebuah blog/website, kita bisa menganggapnya sebagai sebuah warung ataupun gerobak. Jadi, kita bisa menunggu pengunjung menemukan blog kita maupun 'membawa' blog ke hadapan pengunjung.

Kesalahan banyak blogger pemula adalah memperlakukan blog langsung sebagai sebuah warung dan hanya meunggu pengunjung.

Belum lagi ketika melihat blogger/kompetitor yang mulai di waktu hampir bersamaan tapi sudah pada level yang berbeda dalam waktu singkat.

Tips:

  • Jangan terobsesi dengan persaingan dan jangan terintimasi oleh pesaing. Tetaplah berkomitmen dan lakukan dengan senang hati.

Tidak Mau Mengikuti Perubahan

Takut pada perubahan memang hal yang wajar, tapi tidak semua perubahan akan berakhir buruk. Terlalu lama berada di zona nyaman akan membuat sulit untuk berkembang.

Di masa serba digital dan serba cepat seperti sekarang, seorang blogger sudah wajib mengikuti perubahan dan perkembangan yang terjadi. Contohnya seperti Raditya Dika.

Dia tau bahwa pertumbuhan blognya sudah stagnan, maka dia mengarahkan domain radityadika.com ke YouTube-nya, rumah baru bagi konten-konten yang akan dibuatnya.

Tips:

  • Berdamailah dengan perubahan, jika memang merasa stagnan dengan konten berupa tulisan, coba format lainnya; video, gambar dan audio.
  • Jangan pernah takut mencoba.

Takut Gagal

Takut gagal bahkan sebelum memulai sebenarnya sesuatu yang wajar dan sering terjadi.

  • Bagaimana kalau sudah menghabiskan banyak waktu, tenaga dan biaya, tapi blog gagal total?
  • Bagaimana kalau tidak ada pengunjung?
  • Bagaimana kalau tidak menghasilkan apapun?

Pada satu titik, memang sih perlu melakukan evaluasi apakah yang selama ini dilakukan setimpal dengan apa yang akan didapatkan.

Tapi ingat bahwa kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda. Kegagalan adalah sesuatu yang sementara, jangan menyerah dan teruslah berusaha, mencoba dan beradaptasi hingga menemukan titik puncak.

Tips:

  • Jangan takut gagal.
  • Selalu ambil pelajaran dari setiap kegagalan yang dialami.