4 min read

Akhirnya Ku Menyerah :)

Akhirnya Ku Menyerah :)

Tidak semua hubungan asmara, pekerjaan atau rencana akan sesuai dengan keinginan kita. Lebih sering lagi, kita justru tidak yakin kapan sebaiknya harus menyerah.

Seberapa sering sih kamu mendengar kalimat "Jangan mudah menyerah" dikatakan oleh motivator idolamu atau menontonnya dalam film, serial TV atau anime favoritmu?

Masyarakat dan kultur kita memang sangat meromantisasi ketekunan, alasannya? Karena ketekunan adalah salah satu kualitas diri yang baik. Banyak hal yang mungkin tidak pernah tercipta dan terjadi kalau orang-orang hebat mudah menyerah.


Tapi terkadang, keputusan terbaik yang bisa kamu lakukan adalah menyerah.

Kita memang diajarkan untuk tidak mudah menyerah, apapun situasinya. Tapi terkadang, ketekunan – keengganan untuk melepaskan sesuatu – adalah hal yang membuatmu tidak bisa mencapai hal yang lebih baik atau kebahagiaan yang lebih tinggi.

Menyerah tidak selalu membuatmu menjadi orang yang jahat atau menjadi orang yang gagal. Terkadang, menyerah menunjukan kalau kamu sudah cukup dewasa untuk membuang kerugian dan egomu lalu memutuskan untuk move on.

Kamu hanya harus bisa membedakan antara kapan kamu menyerah 'terlalu awal' dan berpegang 'terlalu lama' pada hal yang seharusnya dilepaskan. Menyerahlah di waktu yang tepat.


Lalu, kapan waktu yang tepat untuk menyerah?

Ketika Kamu Tau, Kalau Hal Ini Tidak akan Pernah Berhasil

Relay runner
Photo by Braden Collum / Unsplash

Pada kenyataannya, beberapa mimpi tidak akan pernah jadi nyata. Beberapa hubungan tidak akan pernah jadi sehat. Beberapa orang tidak akan pernah mencintaimu sebagaimana kamu mencintai mereka.

Coba tanyakan pada dirimu, "Apakah hal ini akan berhasil?"

Misalnya saat hubunganmu dalam fase yang sulit, pikirkan apakah pasanganmu akan pernah memberikan apa yang kamu inginkan.

Kalau jawabanmu adalah "Hubungan kita akan baik-baik saja, nanti saat dia sudah bisa jadi orang yang lebih baik." It's time to move on!

Saat Kamu Sudah Tidak Menginginkannya Lagi

Trash can
Photo by Kinga Lopatin / Unsplash

Kita sangat mudah terfokus pada apa yang kita inginkan sampai berpikir,

"Oh tentu saja aku menginginkan dia karena aku selalu menginginkannya."

Coba luangkan waktu sejenak. Apakah saat ini kamu masih memiliki keinginan dan mimpi yang sama? Atau kamu hanya terjebak dalam keinginanmu sendiri?

Apakah kamu benar-benar menginginkannya?

Atau kamu menginginkannya hanya karena kamu selalu menginginkannya?

Saat Mengejarnya Membuatmu Sangat, Sangat Tidak Bahagia

Photo by arash payam / Unsplash

Mimpi adalah sesuatu yang luar biasa, tapi kamu tidak harus mengorbankan kebahagianmu saat ini hanya untuk HARAPAN kebahagiaan di masa depan.

Apakah kamu benar-benar bahagia saat mengejarnya?

Mungkin banyak yang bilang, "Ini tentang perjalanannya, bukan tujuan akhirnya."

Tapi, pernahkah kamu memikirkan kalau perjalanannya saja membuatmu menderita, mungkin tujuan akhirnya tidak seberharga itu.

Alasanmu Belum Menyerah, Hanya Karena Takut Apa yang Orang Lain Pikirkan

Kamu sebenarnya sudah ingin menyerah, tapi alasanmu belum menyerah karena takut apa yang akan dipikirkan orang lain tentangmu. Atau kamu tidak ingin mengecewakan orang lain.

Kamu TIDAK BOLEH mengorbankan kebahagiaanmu untuk membuat orang lain bahagia.

Biarkan orang lain mengurus dirinya sendiri, dan lakukanlah apapun yang membuatMU bahagia.

Saat Pikiranmu Isinya Hanya Keinginan untuk Menyerah

Apakah saat kamu berpikir untuk menyerah mengejar sesuatu, yang muncul justru perasaan lega? Mungkin itulah jawabannya.

Jika saat kamu melepaskan semua beban, kekhawatiran dan kecemasanmu... yang hadir adalah perasaan lega dan beban berat seakan terangkat dari pundakmu, mungkin itulah jawabannya.

Jika mimpimu masih sangat berarti dan pantas untukmu, saat kamu berpikir untuk menyerah, yang muncul seharusnya perasaan cemas, tidak puas dan kecewa, bukan lega.

Alasan Kamu Masih Belum Menyerah, Hanya Karena Kamu Tidak Bisa Tanpa Dia

Just a man sitting in an exposition.
Photo by Adrien Olichon / Unsplash

Oke, dua poin berikutnya khusus untuk relationship tapi juga bisa secara umum.

Ketika kamu sudah bermimpi dan berusaha terlalu lama untuk sebuah hubungan, mudah banget menjadi 'buta' seperti apa dirimu saat tidak sedang bermimpi dan berusaha untuk hubungan tersebut.

Keinginan untuk menyerah justru membuatmu takut. Karena, tanpa dia, kamu merasa dirimu bukan siapa-siapa dan tanpa tujuan.

Reminder! Kamu adalah dirimu, apapun keputusan yang kamu buat. Saat kamu menyerah, tentu kamu akan merasa kehilangan. Tapi, pada akhirnya, rasa dan hubungan baru akan mengisi ruang hampa itu.

Ketika Bersamanya, Mencegahmu Menjadi Lebih Bahagia

Terakhir, jika bersamanya membuatmu menutup segala kemungkinan yang diberikan oleh semesta, mungkin ini adalah saat yang tepat untuk... menyerah.

Walaupun awalnya tujuan akhirnya yang ingin dicapai terlihat sangat luar biasa, tapi itu bukanlah satu-satunya.

Bisa saja tujuan akhirmu yang sebenarnya justru ada di arah yang berbeda, tidak ada yang salah dengan perubahan.


Walaupun menyerah dan melepaskan sesuatu, entah itu mimpi, hubungan asmara atau pekerjaan adalah sesuatu yang sulit.

Tapi, hal itu justru bisa membuatmu mendapat lebih banyak waktu, tenaga dan mental untuk memikirkan kemungkinan baru atau mengejar yang baru.

Tulisan ini tidak mengajakmu untuk menyerah begitu saja lalu berhenti melakukan segalanya. Hanya ingin mengingatkan kalau tidak semua hal PANTAS untuk kamu kejar.

Jadi, kamu harus tau kapan harus menyerah pada satu  hal dan mengejar yang baru.