Review Record of Ragnarok Episode 1-4 (Thor vs Lu Bu)

#18 Review anime Record of Ragnarok Episode 1-4 (Thor vs Lu Bu). Pertarungan pertama untuk menentukan nasib umat manusia.

Review Record of Ragnarok Episode 1-4 (Thor vs Lu Bu)

Record of Ragnarok jadi salah satu anime yang paling saya tunggu di tahun 2021 ini (selain Baki: Son of Ogre tentunya). Dan akhirnya... 17 Juni 2021 kemarin, Netflix secara resmi merilis Season 1 dari adaptasi manga populer ini.

Record of Ragnarok sebenarnya punya plot yang 'sederhana'.

Sinopsis Record of Ragnarok

Setiap 1000 tahun sekali, para dewa dari seluruh dunia berkumpul untuk memutuskan apakah peradaban manusia akan dibiarkan selama 1000 tahun lagi atau dimusnahkan.

Setelah 7 juta tahun membiarkan umat manusia membangun peradabannya, para dewa akhirnya muak dengan kelakuan umat manusia dan hampir memutuskan untuk memusnahkan manusia.

Seorang valkyrie bernama Brunhild mengusulkan untuk memberikan umat manusia satu kesempatan terakhir melalui Ragnarok, sebuah pertarungan hingga mati antara 13 manusia melawan 13 dewa.

Ragnarok sendiri 'ditulis' oleh para dewa sebagai ejekan pada umat manusia, karena TIDAK MUNGKIN manusia bisa menang melawan para dewa.

Tapi, di dalamnya aturannya juga tertulis, jika manusia bisa mendapatkan 7 kemenangan, maka mereka bisa hidup hingga 1000 tahun lagi.

Berkat 'kelicikan' Brunhild, para dewa akhirnya setuju untuk melakukan Ragnarok dan mempercayakan Brunhild untuk memilih 13 perwakilan dari umat manusia.

Episode 1- 4: Thor vs Lu Bu

Thor, sang dewa petir dari mitologi Norwegia menjadi perwakilan pertama para dewa. Sementara umat manusia diwakili oleh Lu Bu, ksatria tidak terkalahkan dari masa Tiga Kerajaan Tiongkok.

Pertarungan keduanya awalnya berlangsung biasa saja, karena keduanya terbiasa menghadapi lawan yang 'membosankan'.

Tapi, semua berubah saat Thor dan Lu Bu menyadari bahwa lawannya saat ini adalah seseorang yang pantas mereka sebut sebagai 'teman'. Serangan Mjolnir milik Thor berhasil ditahan oleh Lu Bu dengan mudah.

Ternyata... Senjata yang dibawa oleh Lu Bu bukanlah senjata biasa. Lu Bu membawa senjata yang dikenal sebagai "Volund", sebuah senjata yang terbuat dari seorang valkyrie yang menyesuaikan bentuk dengan kebutuhan sang pengguna.

Saat umat manusia mendapatkan sedikit harapan, Mjolnir akhirnya terbangun.

Pelindung yang selama ini digunakan Thor, bukanlah untuk melindungi dirinya dari panasnya Mjolnir, tapi agar Mjolnir yang masih tertidur tidak hancur oleh kekuatan Thor.

Walau Lu Bu berhasil menahan serangan terbaik dari Thor, tapi tubuhnya masih hanyalah manusia biasa.

Di akhir pertarungan, Lu Bu dan Thor sama-sama melakukan serangan terbaik mereka. Namun, pertarungan pertama akhirnya dimenangkan oleh Thor dan Lu Bu harus kehilangan kedua tangan serta nyawanya.


Review Thor vs Lu Bu

Pemilihan karakter Thor dan Lu Bu sebagai perwakilan pertama para dewa dan umat manusia adalah pilihan yang tepat dari pembuat ceritanya.

Kedua karakter ini dikenal sebagai petarung yang tidak terkalahkan. Bagaimana Lu Bu begitu ditakuti oleh semua orang dalam cerita Tiga Kerajaan dan bagaimana Thor (dalam mitologi aslinya) seorang diri mengalahkan banyak raksasa es.

Kekuatan dari 4 episode perdana (pertarungan pertama) dari Record of Ragnarok ada pada beberapa hal:

  • Pemilihan karakter yang populer
  • Latar belakang cerita masing-masing karakter yang dibuat sangat terhubung dengan momen dalam pertarungan
  • Para karakter pendukung yang membantu menjelaskan sisi lain dari Thor dan Lu Bu
  • Beberapa plot-twist kecil yang tidak 'wow' banget tapi tetap membuat pertarungan jadi terus hidup
  • Unsur komedi yang pas, tidak sampai mengubah anime ini jadi genre komedi.

Tapi.... Tetap ada tapinya nih.

Jika kalian berharap animasi pertarungan seperti Naruto atau My Hero Academia, kalian akan kecewa. Di pertarungan perdananya, Record of Ragnarok tidak terlalu fokus pada pertarungan jarak dekat yang cepat.

Hanya dua karakter super kuat yang saling adu kekuatan saja, ditambah sedikit latar belakang cerita dari kekuatan keduanya. Jadi ya... Jangan menaruh harapan terlalu tinggi.