Sang Pembawa Pagi
8 min read

Sang Pembawa Pagi

Kisah Raya, Ody dan pembawa pagi bernama Wintari.
Sang Pembawa Pagi
Photo by Mario Dobelmann / Unsplash

Hi, kenalin namaku Raya. Ini bukan cerita tentangku, tapi tentang teman baikku sejak kecil, Ody.

Aku dan Ody sudah berteman sejak masih di TK. Dia itu sosok yang punya jiwa kepemimpinan sejak kecil, tapi malasnya minta ampun. Kalau dia sudah suka dan menginginkan sesuatu, hal yang tidak mungkin bisa dilakukannya. Tapi, jika dia sudah tidak ingin, hal sesederhana mencuci piring pun tidak akan dilakukannya.

Masih ingat betul saat ada festival seni saat kami masih TK. Ody diminta menjadi penari utama. Bayangin nih, Ody tu enggak pernah belajar nari, enggak suka nari, tapi dia dipilih karena anak yang lain enggak berani.

Apa yang dilakuin Ody? Dia bilang iya dan belajar nari dalam waktu kurang dari seminggu. Dia memukau hampir semua orang yang menonton. Walaupun sebenarnya jauh dari kata sempurna, tapi untuk ukuran anak TK, mungkin itu udah oke banget.


Dari SD sampai SMA, aku satu sekolah dan sekelas terus sama Ody. Sebenarnya banyak banget cerita unik yang pokoknya, "Cuma Ody yang bisa bikin itu jadi mungkin."

Tapi, kali ini aku mau ceritain gimana Ody yang hampir enggak pernah nangis depan orang lain bisa hancur sehancurnya lalu menemukan sang pembawa paginya.


Kisah ini dimulai dari putusnya Ody dengan pacarnya di 10 hari menjelang hari kelulusan. Sebut saja namanya mbak mantan 1.

Aku enggak tau cerita sebenarnya, tapi kata temen-temen yang lain sih karena si mbak mantan 1 ini selingkuh. Tapi, malah dia yang mutusin Ody? Aku juga gak paham.

Setiap aku tanya hal ini ke Ody, dia selalu jawab,

"Aku enggak mau bahas ini, Ya. Biarin aja ya tolong."

Tau enggak kenapa Ody merasa hancur karena ditinggalin mbak mantan 1 ini?

Gini gini...

Jadi, Ody bukanlah anak yang pintar. Oke, dia punya jiwa kepemimpinan sejak kecil tapi dia itu males banget, termasuk males belajar. Sementara, mbak mantan 1 ini adalah juara umum sekolah pas SMA.

Mbak Mantan 1 ini mau kuliah di UI atau UGM katanya, Ody tentu sebagai budak cinta yang baik tidak mau jauh-jauh. Jadi, dia berusaha sekeras mungkin untuk bisa satu kampus.

Dia belajar, hal yang jarang banget dia lakuin. Dia bahkan sampai ikut les loh. Ody yang setiap diajak nongkrong aja males, tiba-tiba bisa ikut les buat SBMPTN (namanya waktu itu).

Hasilnya? Ody diterima di UGM. Tapi, apa yang terjadi? Mbak Mantan 1 ini enggak diterima di fakultas pilihannya. Dia milih untuk lanjutin sekolah di sebuah pulau kecil bernama Singapura.

Apa yang dilakukan Ody? Dia galau! Kalau dia ngelepas UGM buat ke Singapura, dia akan merusak kesempatan bagi adik-adik kelas kami karena ada potensi sekolah bakal di blacklist. Jadi ya, Ody merelakan ratu cintanya pergi dan dia bakal stay di UGM, dengan janji bakal kesana setiap ada kesempatan.

Tapi ya, balik ke cerita diawal. Mbak mantan 1 ini mutusin Ody, H-10 hari kelulusan. Alasannya? Enggak ada yang persis tahu. Ada yang bilang Ody selingkuh, yang mana sangat tidak mungkin. Ada yang bilang mbak mantan 1 yang selingkuh, tapi enggak ada yang benar-benar tahu.


Lanjut gak nih? Lanjut aja ya.

Ody sebenarnya enggak berubah banyak sejak SMA dan hari itu. Tapi, dia makin terlihat mengurung diri dan bahkan enggak sayang sama dirinya sendiri.

Aku pernah sekali main ke kamarnya setelah sekian lama sebelum kita mulai kuliah, duh, berantakannya!

Sayangnya, aku enggak satu kampus sama Ody. Jadi, enggak benar-benar tau day to day kegiatannya. Kita punya beberapa mutual friends yang masih sering nyeritain tentang Ody ke aku sih.

Hingga suatu hari...

Aku diceritain tentang Mbak Mantan 2 yang lagi deketin Ody.

Biar ada bayangin, Ody tu bukan tipikal pangeran di cerita dongeng. Dia enggak masuk kategori jamet (kalau kata orang sekarang), tapi masih cukup jauh dari kategori good looking. Fashion tastenya hampir enggak ada, dia pakai apa yang dia suka dan nyaman.

Tapi, coba deh luangin waktu buat ngobrol sama dia. Mustahil kalian enggak terpesona! Aku aja kadang-kadang ragu lagi ngomong sama Ody atau perdana menteri Kanada.

Katanya, Mbak Mantan 2 ini adalah atlet volly Putri level nasional. Aku sempet bingung sendiri sebenarnya.

"Kok bisa? Dia tu out of league banget dari Ody, kok bisa kecantol?"

Bahagia banget rasanya pas denger kalau Ody akhirnya serius dengan Mbak Mantan 2 ini. Aku pernah liat Ody upload di sosmed foto bareng mbak Mantan 2 ini dan udah lama banget kayaknya sejak terakhir kali liat Ody senyum sebahagia itu.

Suatu hari, aku denger Ody mau pindahan tempat tinggal. Karena kita para sahabat deketnya lagi libur semester juga, jadi kita memutuskan buat ke Jogja buat bantuin dia.

Ody malah nolak dan bilang kalau Mbak Mantan 2 udah ngurus semuanya. Aku langsung mengerutkan dahi,

"Sejak kapan seorang Ody, harus diurusin orang lain untuk hal-hal kayak gini?"

Aku tetep ke Jogja sekalian liburan, ketemuan dengan beberapa mutual friends kita sebelum ketemu sama Ody. Aku mendengar kisah-kisah yang seharusnya enggak pernah terjadi.

"Ody selalu dianter-jemput sama Mbak Mantan 2, ke kampus maupun ke tempat lain."

"Ody sering tuh dia dibeliin dan dikirimin makanan sama Mbak Mantan 2."

"Mbak Mantan 2 sering tuh dateng ke rumah tinggal Ody buat bersih-bersih."

Aku yang udah temenan sama Ody sejak kecil, jujur, bingung banget! Emang sih orang bisa berubah ya, tapi, enggak sedrastis itu harusnya. Ody tu dari dulu emang pemales, tapi dia mandiri. Jangankan buat dianterin kemana-mana, apalagi ini sama cewek.

Emang sih ini udah era emansipasi ya, tapi Ody harusnya enggak mau segitunya.


Aku akhirnya ketemu Ody lagi dan aku emang minta supaya kita bisa ketemu berdua aja, no mbak mantan 2.

Kita cerita banyak hal awalnya. Terutama bagaimana kagetnya kita berdua, anak-anak yang dulunya cuma tau Pulau Bali, harus tiba-tiba merantau ke Jogja dan Bandung.

Ody kemudian cerita tentang mbak mantan 2.

Mbak Mantan 2 ini ternyata selain atlet nasional yang cantik banget, dia juga anak orang kaya. (Belum tau aja dia kalau Ody tajirnya kayak apa.)

Aku mengajukan pertanyaan yang udah aku pendam sejak dari Bandung.

"Ody, kok kamu bisa-bisanya nolak tawaran kita buat bantuin pindahan?"

Dengan entengnya, budak cinta ini bilang.

"Kan udah ada mbak mantan 2 juga."

Aku enggak puas dengan jawaban anak bodoh ini. Selain kisah-kisah ganjil soal Ody yang attach dan ketergantungan atau bisa dibilang kecanduan sama mbak mantan 2, ada juga cerita lain sebenarnya.

"Aku denger mbak mantan 2 ini sering ngomong kasar ya ke kamu? Aku juga denger dari Andre kalau pas kamu sibuk di lab, mbak mantan 2 ini justru dateng ke lab kamu sambil digandeng atlet volly putra ya?"

"Kok kamu diem aja sih, bodoh?" Tanyaku kesal pada si bodoh ini.

"Kan mereka cuma temenan aja. Mbak mantan 2 paling cuma menanggapi karena kasihan." Jawabnya lugu.

"Eh bodoh! Kamu tu berhak marah bodoh! Dia tu pacarmu."

"Ah enggak enak sama dia." Jawabnya lagi.

Emang bener ya kata orang. Enggak ada gunanya nasihatin orang kasmaran. Walaupun aku sebenarnya masih sangat kesel dan siap buat gelut sama si bodoh ini, tapi aku udah males dan ngalihin topik ke hal-hal yang seru aja.

Aku pamit pulang sama Ody dan janji bakal main-main ke Jogja lagi atau dia gitu yang ke Bandung.


Sekitar 3 bulan kemudian, aku denger kabar yang sudah ku duga. Ody dan Mbak Mantan 2 ini putus.

Menurut informanku yang bernama Andre, ini karena Mbak Mantan 2 ini melontarkan kata-kata yang udah enggak bisa diterima sama Ody. Dan mungkin si bodoh itu udah sadar juga sih ya.


Ody akhirnya lulus dengan predikat mahasiswa terbaik di jurusannya. Gila, anak pemalas yang ku kenal jadi lulusan terbaik di jurusan paling 'angker' di UGM. Lalu, kisah selanjutnya gimana?

Si bodoh bin pemalas ini enggak punya pacar setelah Mbak Mantan 2. Tapi, fwb, fling dan penghuni asrama putrinya sih katanya banyak ya. Dia agak berubah dari anak tajir style 'desa' jadi anak tajir style semi-kota setelah putus.

Nice Job, Mbak Mantan 2!

Ody mutusin buat kerja di salah satu lembaga riset di Singapura. Katanya sih biar enggak gitu-gitu aja hidupnya.

Loh, nanti ketemu Mbak Mantan 1 dong? Tenang pemirsa, mbak mantan 1 saat ini lagi ada di US lanjutin S2 nya.

Nah, di Singapura inilah Ody ketemu dengan Wintari (udah, sebut nama aja ya.)

Kenapa Wintari ini spesial? Kita harus hidupin mesin waktu bentar.


Jadi, setelah putus dengan Mbak Mantan 2. Ody tu sebenarnya hancur sehancur hancurnya... Man, aku harus sampai ke Jogja cuma buat nenangin tu anak.

Dia gak mau makan sampai 3 hari, gak mau keluar kamar. Dia tiba-tiba beli semir sepatu yang dipakai sama dia untuk semir rambut supaya bisa 'berubah' katanya. Goblok banget emang.

Kita nih, para teman-teman dekatnya lama banget ngebujuk dia untuk kembali jadi Ody yang dulu. Ya, walaupun dalam kurun waktu seminggu, dia udah ceria lagi. Tapi dia bener-bener berubah.

Fashion tastenya berubah jauh. Dia lebih sering flexing soal apa yang dia punya, tapi masih dalam batas wajar sih sebenarnya. Dia berubah jadi wangi, rapi dan setapak menjauh dari level jamet.

Kayak yang aku bilang sebelumnya, dia tu enggak punya pacar setelah putus sama Mbak Mantan 2. Padahal ada 2 atau 3 cewek gitu yang sampai confess ke dia tapi ditolak.

Tapi, kalau liat dari sosial medianya. Hampir TIAP HARI, dia bisa jalan keluar sama cewek-cewek yang beda. Dan setiap aku tanya, dia selalu jawab "cuma temen", "cuma adik kelas", "cuma kakak kelas".


Hampir 3 tahun sejak mbak Mantan 2, atau sekitar 7 tahun sejak Mbak Mantan 1. Ody ini enggak pernah lagi serius dalam hubungan. Semuanya dipandang cuma 'sekadar' aja.

Sampai dia dipertemukan sama Wintari di Singapura.

Wintari ini sama-sama dari Bali kayak aku dan Ody. Dia adalah resepsionis di lembaga riset di tempat kerja Ody.

Ody pernah sekali cerita tentang dia.

"Eh Ya, tau gak kalau resepsionis di tempat kerjaku ternyata orang Bali juga."

"Oh ya? Bagus dong, kamu ada temen. Tanyain, siapa tau masih jomblo." Godaku waktu itu.

Tapi Ody cuma diem.

Sayangnya, enggak kayak di Jogja, aku enggak punya mutual friends di Singapura. Jadi, aku enggak tau day to day Ody disana. Sampai pada kesempatan itu tiba. Aku dapet kerjaan yang mengharuskan ke Singapura.

Jadi deh, aku janjian ketemu sama Ody.


Ody sebenarnya udah nawarin aku buat nginep aja di apartmentnya. Tapi, ngapain aku tidur di apartment kalau kantor udah nyewain hotel bintang 5, yekan?

Tapi, aku main juga sih ke apartmentnya si Ody. Dan disanalah, aku menemukan kebenaran yang bikin aku pulang ke Indonesia dengan wajah sumringah.

Kita mutusin buat mesen Chinese Food karena tau kita berdua bodoh banget masak. Pas Ody ngambil GrabFood ke lobby, aku liat-liat beberapa foto dia sama temen-temennya di lembaga riset.

Ada satu foto bersama dimana Ody berdiri di samping seorang gadis. Aku sih udah nyangka kalau itu Wintari karena pesona dan aura gadis Bali tu emang beda sih ya. Ada satu kertas kecil yang menonjol dari balik foto itu. Pas aku ambil, ada satu catatan kecil dengan tulisan tangan Ody.

Her name is Wintari

The first time I saw her, there was no spark in my heart. Nothing at all. But, her personality sparks my interest in her.

Despite all my friends calling her beautiful, I realized her beauty a few weeks ago. Before that? She is just another girl with a sparkling personality that sparked my interest in someone after a long time.

Man... Ody jatuh hati lagi! Atau setidaknya interest lagi secara serius sama seseorang. Dia yang jatuh hati, aku yang girang.

Pas Ody dateng bawa pesenan kita. Aku berusaha menyembunyikan rasa girangku, kita ngobrol tentang banyak hal dan sesekali menyinggung Wintari.

Setiap kita ngobrolin Wintari, nada suaranya berubah. Dia jadi senyum-senyum sendiri. Wah, pokoknya udah kayak orang kasmaran. Ody, kalau kamu baca ini, berjuanglah!

Dan untuk Wintari?

Kita mungkin enggak kenal secara pribadi. Tapi, makasih banget udah jadi pembawa pagi buat Ody.

Dia yang kehilangan matahari hatinya sampai dua kali, dia yang selalu merasakan malam akhirnya siap merasakan pagi lagi.

Dia tu anak baik yang udah trauma dua kali. Dia enggak bisa cepat move on karena dari dulu, selalu dia yang lebih cinta. Dia mengorbankan banyak hal untuk mbak mantan 1 dan berubah banyak untuk mbak mantan 2.

Tolong, perlakukan dia dengan baik ya, Wintari.

Aku enggak minta kamu untuk nerima dia jadi pacarmu hari ini juga, bahkan jika kamu enggak suka sama dia, It's fine by me. Cuma, tolong jangan sakiti dia lagi ya.

  1. Jangan terima dia kalau kamu cuma kasihan.
  2. Jangan gantungin dia. Lebih baik kamu menolaknya, dia gak akan hancur karena penolakan, tapi dia akan rapuh karena ketidakpastian.

Sekian dan semoga sukses buat kalian berdua, Ody & Wintari!