Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau sekarang lebih keren disebut sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) masih menjadi pekerjaan impian bagi banyak anak muda di Indonesia.

Saya bukan mau menyelidiki mengapa ‘pengabdian’ ini masih diimpikan banyak orang, tapi saya mau selidik-selidik tentang Try Out (TO) CPNS Online yang diadakan oleh akun Instagram @CPNSINDONESIA.ID

Kenapa? Karena sempat terjadi ‘kegaduhan’ dan viral, ada yang bilang bodonglah, ada yang bilang penipuan, ada juga yang membela. Oke, mari kita bedah satu-satu.

Try Out CPNS Boleh Diadakan oleh Siapa Saja

Ini poin penting yang sepertinya dilupakan banyak orang. Sampai hari ini, tidak ada aturan yang secara jelas melarang seseorang/suatu instansi mengadakan “Try Out CPNS”. Jadi, apa yang dilakukan oleh akun @cpnsindonesia.id sebenarnya sah-sah saja bahkan ketika Badan Kepegawaian Negara (BKN) mengatakan untuk hati-hati, tapi yang dilakukan oleh akun ini bukanlah sesuatu yang ilegal.

Selain akun tersebut, ada banyak grup-grup di WhatsApp, Telegram dan Facebook yang sering mengadakan tes serupa bahkan membagikan kisi-kisi soal tes CPNS. Tentu dengan skema dan mekanisme yang berbeda-beda.

Terlihat seperti Akun Resmi

Akun Instagram tersebut “PADA AWALNYA” membranding diri mirip dengan akun resmi, bahkan domainnya pun cukup meyakinkan bagi orang awam www.infocpns.id, walau baru didaftarkan pada 4 Juni 2019 kemarin.

Nah, disinilah poin abu-abunya. Akun ini membranding diri mirip dengan akun resmi tentu dengan tujuan marketing; terlihat profesional dan dianggap serius. Coba bayangkan jika usernamenya misalnya : @ashiaaaptescpns, mana mungkin ada yang menggubris.

Namun, disisi lain, masih banyak orang Indonesia yang literasi digitalnya tergolong rendah dan justru menganggap bahwa try out ini dari lembaga resmi atau setidaknya instansi terkait. Apalagi saat selesai mendaftar untuk ikut serta dalam TO, peserta diberikan ‘kode unik’ layaknya mengikuti tes CAT dari lembaga besar.

Walau pada akhirnya, diketahui bahwa ‘kode unik’ ini memang lagi-lagi bagian dari marketing agar terlihat lebih profesional dan serius.

Mengisi Data Diri ‘Sembarangan’

Tahun 2006 lalu, seorang matematikawan bernama Clive Humby mengatakan bahwa “Data is the new oil”. Data akan sama berharganya dengan minyak. Dan hal ini terbukti benar. Di zaman sekarang, data bisa digunakan untuk berbagai hal mulai dari memprediksi tren pasar hingga mengetahui latar belakang seseorang.

Kembali ke kasus TO CPNS diatas, saat ‘mendaftar’ untuk mengikuti tes ini, para peserta diwajibkan mengisi beberapa data seperti nama, akun instagram, daerah dan kampus. Memang sih, tidak ada data terlalu sensitif yang diminta seperti tanggal lahir dan alamat.

TAPI…

Dengan data se-‘sedikit’ itu pun, sebenarnya sudah bisa melakukan profilling. Apa tu profilling? Search di google aja ya, biar artikel ini tidak tambah panjang.

Terus, masalahnya apa? Akun Instagram tersebut awalnya tidak menyebutkan akan menggunakan data tersebut untuk apa, hingga beberapa jam kemudian mereka mengkonfirmasi bahwa data tersebut akan digunakan untuk membuat sistem ranking saat tes sudah selesai.

Oh ya, mungkin ada yang bertanya, “Apakah profilling itu salah/ilegal?” Jawabannya sih, tidak. Situs-situs seperti Google, Facebook dan banyak situs lain menggunakan data-data dasar para penggunanya untuk melakukan profilling.

Yang salah adalah ketika tidak memberitahu pengguna ketika perusahaan/instansi melakukan hal tersebut. Kesalahan dari akun @cpnsindonesia.id adalah tidak memberitahukan sejak awal akan menggunakan data-data tersebut untuk apa. Jika diberitahukan sejak awal, mungkin dampaknya tidak separah ini.

Tes Menggunakan Google Docs

Saya sebenarnya sudah ingin menulis artikel ini sejak kasusnya pertama kali muncul. Tapi, saya ingin tahu bagaimana sistem Try Out yang dilakukan, karena satu kata yaitu “SERENTAK”.

SNMPTN yang ‘cuma’ mengumuman saja selalu down setiap tahun, bagaimana dengan tes online yang pesertanya mungkin cukup banyak dan diadakan serentak. Ternyata, mereka menggunakan Google Docs/Forms untuk tes online ini dan tentu saja, saat diakses bersamaan, layanan ini akan mengalami error dan itu memang sistem mereka.

Apakah salah menggunakan Google Docs? Sebenarnya sih tidak, karena pada dasarnya, mereka memenuhi semua janjinya yaitu mereka mengatakan tes secara online, di waktu yang dijanjikan dan bisa dilakukan secara serentak.

Mereka tidak pernah menjanjikan apapun tentang sistem maupun aplikasi yang digunakan. Betul apa betul?

Kesimpulan

In short, what they did isn’t illegal but it still shady!

Jadi, apa yang dilakukan oleh akun @cpnsindonesia.id sebenarnya tidak ilegal dan sah-sah saja. Sampai hari ini, tidak ada aturan yang melarang instansi non-pemerintah untuk mengadakan try out CPNS.

Dengan kata lain, apapun mekanisme dan sistem yang digunakan bukanlah suatu masalah. Termasuk menggunakan Google Docs untuk melakukannya.

Hal yang masih menjadi masalah adalah akun ini masih memunculkan kesan bahwa mereka merupakan instansi ‘resmi’ walau sebenarnya itu merupakan strategi marketing yang tidak 100% bisa dipersalahkan.

Hal lainnya adalah data peserta yang tidak jelas akan digunakan untuk apa. Setelah digunakan untuk membuat peringkat/ranking pun, catatan data peserta itu masih akan bisa diakses oleh pemilik akun, jadi, mau diapain?

Nah, itu saja sih sebenarnya yang mau saya sampaikan pada artikel ini. Singkat banget ya? Emang iya, karena kasus ini sebenarnya tidak seheboh itu.

Author

Blogger and Freelance Writer // Mostly writer about video games & my random thoughts.

Write A Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.