Dibalik Nama Vans, Dari Skateboarder Untuk Skateboarder
2 min read

Dibalik Nama Vans, Dari Skateboarder Untuk Skateboarder

Dibalik Nama Vans, Dari Skateboarder Untuk Skateboarder

Melihat logo Vans saat ini, hampir setiap orang akan langsung mengingat tentang produk sepatu atau skateboard mereka. Brand Vans sendiri selalu dihubungkan dengan olahraga ekstrim seperti skateboard, surfing dan snow boarding.

Sejarah Singkat Vans

Setelah bekerja selama beberapa tahun di pabrik sepatu, Paul Van Doren memutuskan untuk membuka toko sepatu sendiri dibantu oleh saudaranya. Toko sepatu yang berlokasi di California ini diberinama The Van Doren Rubber Company.

Selama beberapa tahun diawal pendiriannya, Vans banyak terbantu dengan kultur skateboard dan surf di California Selatan. Dua skateboarder Tony Alva dan Stacy Peralta bahkan membantu Vans dalam mendesain sepatu khusus untuk para pemain skateboard. Alva dan Peralta pula yang membuat Vans mendapatkan reputasinya diantara para skateboarder.

Kepopuleran Vans memuncak saat salah satu sepatu mereka yaitu The Slip Ons (Style #36) digunakan oleh karakter Jeff Spicoli (diperankan Sean Penn) dalam film Fast Times at Ridgemont High.

Namun, tidak lama berselang, Vans justru mengajukan bangkrut, hal ini dikarenakan walau penjualan sepatu mereka tinggi, tapi mereka memiliki terlalu banyak jenis sepatu dan produk lain yang penjualannya tidak bagus.

Tahun 80-an, saat banyak pabrik sepatu Amerika Serikat memindahkan produksinya keluar Amerika, Vans masih setia memproduksi di dalam negeri. Hasilnya, produk yang mereka jual memiliki harga yang lebih tinggi dari para pesaing. Hingga akhirnya tahun 1993, Vans memindahkan produksi mereka keluar dari Amerika Serikat.

Dibalik Nama Vans

The Van Doren Rubber Company adalah nama cikal-bakalnya, namun Van Doren sendiri sebenarnya memiliki pabrik sepatu kecil yang di memiliki plang nama yang bertuliskan “House of Vans”. Note: House of Vans sendiri menjadi nama gedung kreatif serbaguna milik Vans di Amerika Serikat dan London.

Nama Vans sendiri muncul saat orang-orang mengatakan “Let’s head over to Van’s and grab shoes” (Ayo ke (toko) Van’s dan beli sepatu). Vans tidak perlu waktu lama sebelum memutuskan menggunakan “Vans” sebagai nama brand mereka dibandingkan Van Doren Rubber Company.

Tagline “Off The Wall”

Dikisahkan bahwa Tony Alva sedang bermain skateboard dan Skip, salah satu co-founder dari Z-Boys (Zephyr Competition Team) melihat Alva melakukan aerical tricks dan merasa takjub kemudian mengatakan “Man, you just went off the wall!”. Kalimat dari Skip inilah yang dianggap menjadi cikal-bakal dari tagline “Off The Wall” yang digunakan Vans hingga kini.

Vans Tidak Punya Sepatu Di Hari Pertama

Saat Van Doren membuka tokonya di hari pertama, 12 orang pelanggan datang dan ingin membeli. Sayangnya, mereka hanya memiliki tiga buah display model. Van Doren kemudian meminta para pelanggan ini untuk datang lagi dalam beberapa jam, sementara Van Doren dan suadaranya mengerjakan sepatu pesanan mereka.

Para pelanggan ini kemudian datang lagi dalam beberapa jam, mencoba dan menyukai sepatu yang dibuat oleh Van Doren. Tapi, saat ingin membayar… Van Doren tidak memiliki kembalian untuk diberikan. Dia kemudian meminta para pembelinya untuk kembali lagi keesokan harinya untuk membayar.

Beruntungnya, para pembeli ini datang lagi dan membayar sepatu yang kemarin harinya dibeli. Kejadian ini, bukannya membuat Van Doren dianggap sebagai penjual sepatu yang tidak siap, justru membuat reputasinya meningkat sebagai produsen dan penjual sepatu yang memiliki kualitas bagus.

Suka tulisan ini? Subscribe untuk lebih banyak lagi!