WismanID: Prediksi Jumlah Turis ke Bali Hari Ini
Kalau kamu punya villa, hotel, atau bisnis apapun di Bali yang bergantung pada turis asing — pasti pernah ngerasain ini:
Tiba-tiba sepi. Entah kenapa. Tiba-tiba rame. Juga entah kenapa.
Dan salah satu cara "prediksi" yang tersedia adalah menunggu laporan BPS bulan depan, yang isinya data tiga bulan lalu.
Kurang berguna.
Dari Frustrasi Pribadi
Saya menjalankan digital marketing agensi yang punya beberapa klien di bidang hospitality yang hampir setiap minggu selalu nanya.
"Tamu minggu depan bagaimana ya kira-kira?"
Instinct orang Bali bilang: "Juli pasti rame." Oke, tapi Juli minggu pertama atau ketiga? Peak-nya kapan tepatnya? Negara mana yang lagi banyak terbang ke sini?
Pertanyaan-pertanyaan yang jawabannya ada — tapi tersembunyi di balik data penerbangan yang tidak pernah dikemas untuk orang biasa.
Cara Kerjanya
Idenya sederhana: turis tidak merencanakan liburannya ke Bali kemarin Mereka naik pesawat. Dan data penerbangan itu tersedia, kalau tahu cara bacanya.
Wisman.id mengambil data penerbangan masuk ke Ngurah Rai, lalu menganalisisnya pakai AI untuk menghasilkan estimasi kunjungan wisatawan Bali per hari — bukan laporan bulan lalu, tapi proyeksi ke depan.
Stack-nya: Next.js, Supabase, dan Claude API untuk lapisan analisisnya.
Outputnya bukan tabel penuh angka yang bikin mata sepet. Tapi insight yang bisa langsung dipakai: minggu ini Bali diprediksi ramai atau sepi, dari negara mana mayoritas tamunya, dan kenapa.
Siapa yang Butuh Ini?
Sederhananya: siapapun yang penghasilannya naik turun ngikutin kapan Bali ramai turis.
Villa owner, hotel kecil, tour operator, restoran di Seminyak, rental motor di Canggu — semua butuh informasi ini. Tapi selama ini mereka hanya bisa mengandalkan feeling dan kabar dari sesama.
Wisman.id bukan pengganti intuisi. Tapi dia memberi konteks untuk intuisi itu.
Yang Saya Pelajari dari Bikin Ini
Data pariwisata Bali itu ada, tapi terpencar-pencar. BPS rilisnya bulanan, Angkasa Pura tidak publikasi real-time, dan laporan pemerintah biasanya terlambat tiga sampai empat bulan dari kejadian nyatanya.
Jadi ketika seseorang bilang "Bali lagi sepi" atau "Bali lagi rame", mereka sebenarnya sedang cerita tentang dua minggu lalu — bukan sekarang, apalagi besok.
Gap itulah yang coba diisi WismanID. Platform ini mencoba menjawab satu pertanyaan yang ternyata tidak punya jawaban mudah: berapa turis di Bali sekarang, dan minggu depan?
Masih jauh dari sempurna. Model prediksinya masih bisa meleset. Tapi bahkan estimasi yang 70% akurat jauh lebih berguna dari nol informasi sama sekali.
Platform ini bisa diakses di wisman.idearik.com. Gratis, tanpa akun, dan selama server Supabase saya tidak protes, dia akan terus hidup.